Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

BBNJ Mulai Berlaku, Perjanjian Internasional tentang Samudra

redaksi
19 Januari 2026
Kategori : Berita
0
BBNJ Mulai Berlaku, Perjanjian Internasional tentang Samudra

Kawasan terumbu karang di Terumbu karang di perairan internasional yang masuk dalam Biodiversity Beyond National Jurisdiction atau Perjanjian Keanekaragaman Hayati di Luar Yurisdiksi Nasional (BBNJ). FOTO: The Ocean Story/Vincent Kneefel/UN

Darilaut – Setelah hampir dua dekade dalam proses pembuatan, sebuah perjanjian internasional untuk melindungi dan memanfaatkan kehidupan laut secara berkelanjutan di perairan internasional dan dasar laut internasional mulai berlaku Sabtu 17 Januari 2026.

Ini menandai langkah maju yang besar dalam upaya untuk memastikan kesehatan ekosistem laut selama beberapa dekade mendatang.

Melansir UN News perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini secara resmi dikenal dengan Biodiversity Beyond National Jurisdiction atau sebagai Perjanjian Keanekaragaman Hayati di Luar Yurisdiksi Nasional (BBNJ).

Perjanjian PBB ini mengikat secara hukum mencakup zona samudra yang terletak di luar perairan nasional (yaitu: “laut lepas”) dan area dasar laut internasional.

Wilayah-wilayah ini mencakup lebih dari dua pertiga permukaan laut, mewakili lebih dari 90 persen habitat Bumi berdasarkan volume. Hal ini karena samudra sangat luas, dan sebagian besar ruang hidup di Bumi berada di bawah air.

Mengapa Penting

BBNJ dirancang untuk memastikan bahwa “laut lepas” dan dasar laut internasional dikelola secara berkelanjutan untuk kepentingan seluruh umat manusia.

Ini juga merupakan instrumen kelautan yang mengikat secara hukum pertama yang menyediakan tata kelola kelautan inklusif, dengan ketentuan tentang keterlibatan masyarakat adat dan komunitas lokal serta tentang keseimbangan gender.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BBNJkeanekaragaman hayatiLaut LepasPBBPerairan Internasional
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Jejak Geologi Batupasir Kawasan Teluk Tomini Sebagai Penyimpan Air Masa Mendatang

Next Post

Perjanjian Keanekaragaman Hayati Laut Lepas Mengikat Secara Hukum

Postingan Terkait

Kapal ikan

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

13 Mei 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

13 Mei 2026

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Next Post
Perjanjian Keanekaragaman Hayati Laut Lepas Mengikat Secara Hukum

Perjanjian Keanekaragaman Hayati Laut Lepas Mengikat Secara Hukum

TERBARU

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Kedahsyatan Banjir di China dan Jerman, Terhubung Perubahan Iklim

Topan yang Menghantam Filipina Akhir 2024 Sangat Dahsyat, 13 Juta Orang Terdampak

Tak Satu pun Mengaku Nakhoda Kapal Ikan Malaysia

Narelle Mirip Siklon Tropis Steve Tahun 2000, Menghantam Sebagian Pesisir Benua Australia

Kapal Sinar Alam I Hanyut dan Terapung di Laut, Penumpang Selamat

Pentingnya Keterlibatan Masyarakat Menjaga Lintasan Ikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.