Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Belum Jelas Penyelesaian Kasus Kapal Caledonian Sky Kandas di Raja Ampat

redaksi
21 September 2018
Kategori : Berita
0
Kapal pesiar

Terumbu karang yang rusak akibat kandasnya kapal Caledonian Sky di Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat Papua Barat, Sabtu, 4 Maret 2017. FOTO: DOK. MARITIM.GO.ID

SAMPAI saat ini, belum ada kejelasan penyelesaian kasus kapal pesiar MV Caledonian Sky yang kandas di Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat, Papua Barat, Maret 2017 lalu.

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Bidang Keamanan dan Ketahanan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Basilio Dias Araujo dalam acara pembukaan National Workshop on IMO Liability and Compensation Convention 18 – 21 September 2018 di Legian, Bali.

Peristiwa kapal Caledonian Sky menabrak terumbu karang di kawasan konservasi Raja Ampat, terjadi pada Sabtu, 4 Maret 2017, pukul 12.41 Waktu Indonesia Timur. Lokasinya berada di Pulau Manswar Distrik Meos Manswar Kabupaten Raja Ampat.

Kepulauan Raja Ampat telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36/KEPMEN-KP/2014. Sehingga kejadian kandasnya kapal pesiar tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah mengenai pentingnya peraturan tentang rencana zonasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai acuan dalam pengelolaan wisata bahari.

Kronologi kejadian, kapal pesiar Caledonia Sky membawa kru kapal sebanyak 79 personil dan penumpang 102 orang dari berbagai negara. Setelah menabrak karang, kapal ini baru bisa keluar setelah air pasang tinggi. Akibat kandasnya kapal ini, terumbu karang mengalami kerusakan.

Tim gabungan penanganan kasus kandasnya kapal Caledonian Sky melakukan survei lokasi. Dalam tim survei ini termasuk pemerintah dan pihak asuransi kapal. Luas wilayah survei meliputi luasan 22.060 meter persegi. Metode penentuan luas wilayah survei merupakan hasil kesepakatan bersama tim ahli nasional (LIPI) dan tim asuransi dari SPICA.

Hingga kini, kasus itu belum ada penyelesaian. Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggandeng Lembaga International Matirime Organization (IMO) –organisasi yang berbasis di London, salah satunya dengan menggelar workshop untuk peningkatan kapasitas para pejabat dan masyarakat yang menangani kasus-kasus tumpahan minyak dan tabrakan karang.*

 

Tags: Raja AmpatTerumbu Karang
Bagikan11Tweet7KirimKirim
Previous Post

Hewan Seperti Alien Terdampar di Pesisir Laut

Next Post

Tabrakan 2015, Lambung Kapal Tanker Alyarmouk Robek

Postingan Terkait

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

18 September 2026
Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

18 September 2026

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Next Post
Banyak Kasus Tumpahan Minyak dan Tabrakan Terumbu Karang di Indonesia

Tabrakan 2015, Lambung Kapal Tanker Alyarmouk Robek

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Hari Ini Menko Perekonomian Akan Membuka Puncak IDC AMSI 2021

Libatkan Satu Juta Relawan, Pemerintah DKI Dukung Clean Up Jakarta Day

COVID-19 Melonjak, Kementerian Kesehatan Meminta Pemda Siap Siaga

Menlu Mengutuk Perlakuan yang Dialami ABK Indonesia di Kapal China

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.