Darilaut – Asia Center membahas prioritas sistemik pembangunan atas kerentanan masyarakat adat dengan memeriksa mekanisme dan dampak disinformasi iklim terhadap komunitas masyarakat adat di Indonesia.
Disinformasi iklim telah disebarkan secara sistematis oleh aktor negara dan korporasi untuk memperkuat prioritas pembangunan cepat dan pertumbuhan ekonomi.
Laporan lembaga penelitian masyarakat sipil Asia Center mengidentifikasi bentuk-bentuk utama disinformasi iklim, memeriksa dampak spesifiknya terhadap masyarakat adat, dan mengembangkan rekomendasi berbasis bukti untuk pemangku kepentingan nasional, internasional, dan lokal.
Dalam laporan dengan judul “Climate Disinformation in Indonesia: Prioritising Development Over Indigenous Peoples’ Vulnerability” (2026) menyebutkan bentuk-bentuk utama disinformasi iklim yang diidentifikasi di Indonesia, meliputi:
• Greenwashing korporat, dengan menyajikan informasi lingkungan yang menyesatkan untuk membangun citra tanggung jawab lingkungan korporat yang menipu.
• Promosi solusi iklim palsu, di mana lembaga berita yang pro-pemerintah mempromosikan proyek pembangunan yang dipimpin negara yang memperburuk ketidakadilan sosial dan pelanggaran lingkungan sebagai tindakan iklim yang sah.
• Seruan untuk pertumbuhan ekonomi, di mana proyek pembangunan yang dipimpin negara dan korporasi digambarkan sebagai hal penting bagi kemajuan nasional, sementara praktik masyarakat adat didiskreditkan sebagai penghalang.




