Yaman: Lebih dari empat juta orang terpaksa mengungsi, banyak di antaranya tinggal di lahan yang rentan banjir. Pada tahun 2024 saja, banjir bandang telah melanda lebih dari 100.000 rumah tangga. Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR), UNDRR, dan berbagai mitra telah mendukung upaya pertahanan berbasis komunitas, termasuk pembangunan saluran pengalihan banjir sepanjang 2,5 km di distrik Al-Hazm.
Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menggambarkan bahwa El Niño kali ini sebagai “sesuatu yang sangat masif… layaknya bola penghancur yang kemungkinan besar akan melanda Amerika Latin, Afrika bagian timur dan selatan, Asia, serta Pasifik dengan panas ekstrem, kekeringan, dan banjir.”
Pendanaan Mencegah Bencana
Dua minggu ke depan akan menjadi masa krusial untuk mencegah krisis kemanusiaan yang kian memburuk akibat fenomena El Niño.
Fletcher mengatakan bahwa Somalia, Ethiopia, dan Kenya sangat membutuhkan pendanaan serta pasokan darurat sebelum hujan lebat tiba.
Di Afrika bagian selatan, prioritas utamanya adalah menyediakan benih dan melindungi ternak, sementara Amerika Tengah memerlukan dukungan segera untuk menjaga mata pencaharian penduduk.
Di seluruh wilayah Asia dan Pasifik, berbagai negara harus bersiap menghadapi serangkaian guncangan iklim, termasuk kekeringan, banjir, dan siklon.




