Bibit siklon 92P mengemas Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35–45 km per jam (18–23 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 997 hPa (hektopaskal).
Analisis JTWC menunjukkan sistem ini berada di lingkungan yang sedikit menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas yang cukup baik ke arah khatulistiwa, geser angin rendah hingga sedang (15–20 knot), suhu permukaan laut yang hangat (30–31°C).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemunculan tiga bibit siklon tropis tersebut memicu potensi peningkatan curah hujan (cuaca ekstrem), angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, ketiga sistem yang saat ini aktif adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.
“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang,” kata Faisal, Selasa (3/3).




