Darilaut – Bibit Siklon Tropis 93W saat ini berada di timur Mindanao, Laut Filipina, pada Selasa (27/1). Sistem ini dapat memberikan dampak gelombang laut di Indonesia, seperti di perairan Sangihe –Talaud, Sulawesi Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bibit siklon tropis 93W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi wilayah perairan di Indonesia.
Dampak tersebut berupa tinggi gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Maluku, perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat.
Prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas bibit 93W diprakirakan cenderung persisten dengan potensi menurun apabila dilihat dari perkembangan sirkulasi yang melemah dengan kecepatan angin berkisar 15 knot dengan pergerakan ke arah barat laut mendekati Pulau Mindanao.
Dalam 48-72 jam ke depan diprakirakan akan cenderung persisten dengan pergerakan stasioner hingga ke selatan secara perlahan. Potensi bibit 93W menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam dalam kategori peluang rendah, kata BMKG.
93W mulai berkembang tanggal 26 Januari 2026 pukul 07.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta – BMKG.
Pantauan satelit dalam 12 jam terakhir ada peningkatan di barat laut sistem ini. Lapisan udara permukaan hingga 850 hPa terlihat sirkulasi sistem, di lapisan udara 700 hPa terlihat sirkulasi sistem melebar ke arah Barat Laut, dan sistem 500 hPa ke lapisan udara atas tidak terlihat sirkulasi.




