Prediksi 48 – 72 jam ke depan sistem diprakirakan melemah seiring pergerakannya masih di wilayah daratan, namun jika dapat mempertahankan sirkulasinya maka akan meningkat seiring pergerakannya memasuki wilayah perairan sebelah barat laut Australia.
Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 97S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia.
Dampak hujan sedang – lebat hingga tanggal 17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, dapat terjadi di wilayah Maluku bagian Tenggara dan Papua Selatan.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.
Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Babar & Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei & Kep. Aru, Perairan Kupang, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, dan Laut Arafuru, kata BMKG.
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) 97S (16U) saat ini berada di atas wilayah Utara, Australia. Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 30 km/jam (15 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 999 hPa (hektopaskal), kata JTWC.




