19U memiliki risiko rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis antara hari Kamis dan Sabtu, kata Biro Meteorologi.
Selama akhir pekan Biro Meteorologi memperkirakan tekanan rendah tersebut akan bergerak di lingkungan yang kurang menguntungkan, kemudian melemah.
BMKG mengatakan bibit siklon tropis 98S terbentuk pada 28 Januari 2026 pukul 01.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center Jakarta.
Analisis hari ini sistem mengemas kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 20 knot (37 km per jam) dengan tekanan udara minimum 1008 hPa (hektopaskal), kata BMKG.
Pengamatan BMKG melalui citra satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif bersifat fluktuatif, dengan area dense overcast masih bersifat sporadis dan dominan di barat laut sistem.
Selain itu, pengaruh sirkulasi bibit siklon tropis 98S juga tampak pada wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu – Lampung, yang memicu pertumbuhan awan konvektif di wilayah tersebut.
Prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini cenderung persisten dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot dengan arah pergerakan ke arah tenggara. Dalam 48–72 jam ke depan, sistem berpotensi melemah karena memasuki wilayah yang kurang mendukung untuk perkembangan lebih lanjut dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15-20 knot.




