Darilaut - Bibit Siklon Tropis 90W di Laut Filipina dan 99W di Laut Cina Selatan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan potensi awan hujan. Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bibit Siklon Tropis 99W terpantau berada di Laut Cina Selatan dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1002.6 mb. Sementara Bibit Siklon Tropis 90W juga terpantau berada di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1008.6 mb. Kedua sistem tersebut bergerak ke arah barat laut dan potensi untuk tumbuh dalam menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Deputi Bidang Meteorologi mengeluarkan peringatan dini cuaca tersebut pada Minggu (10/7) pukul 11.56 WIB. Daerah pertemuan/ perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di Riau, Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, dari Maluku hingga Maluku Utara, dari Papua hingga Papua Barat. Deputi Bidang Meteorologi mengatakan kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang pada Minggu (10/7): Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang adalah Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan. Wilayah yang berpotensi angin kencang Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang, Senin (11/7): Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang adalah Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan. Wilayah yang berpotensi angin kencang Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang pada Selasa (12/7): Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan. Wilayah yang berpotensi angin kencang Nusa Tenggara Timur.
Komentar tentang post