Minggu, April 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Selain Tidak Ramah Lingkungan, Biaya Cantrang Cukup Besar

redaksi
29 Maret 2019
Kategori : Berita
0
Cantrang

FOTO: KKP

Jakarta – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP M Zulficar Mochtar mengatakan, penggunaan alat tangkap ikan cantrang, selain tidak ramah lingkungan, komponen biayanya cukup besar. Biaya ini mencakup komponen kapal ikan, alat tangkap cantrang dan biaya operasional melaut.

“Harga kapal berbahan kayu yang umumnya digunakan untuk alat tangkap cantrang sekitar Rp 2 – 2,5 miliar untuk ukuran 70 – 100 GT, dengan dimensi Panjang 20 – 30 M, Lebar 3 – 7 meter dan dalam 2 – 5 meter,” kata Zulficar.

Menurut Zulficar, untuk komponen alat tangkap seperti harga Jaring dengan harga Rp 20 – 35 juta dan tali. Total biaya sekitar Rp 340 juta untuk diameter 20 mm dan panjang sekitar 4 – 6 kilo meter. Sehingga perkiraan harga alat tangkap cantrang sekitar Rp 360 – 375 juta.

Jadi, kata Zulficar, diluar biaya melaut, biaya operasional menggunakan cantrang mencakup kapal plus alat tangkapnya saja sekitar Rp 2,36 miliar sampai Rp 2,875 miliar.

Penggunaan alat tangkap cantrang juga merusak secara ekologi dan ekonomi pun alat tangkap ini tidak optimal. “Dapat menimbulkan konflik di mana-mana,” ujarnya.

Alat tangkap ikan cantrang berbentuk kantong yang terbuat dari jaring dengan 2 panel yang tidak dilengkapi alat pembuka mulut jaring. Bentuk konstruksi cantrang tidak memiliki medan jaring atas, sayap pendek dan tali selambar panjang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CantrangDJPT KKPNelayan
Bagikan31Tweet8KirimKirim
Previous Post

Indonesia-Australia Saling Dukung untuk Anggota IMO

Next Post

Pemerintah Perkuat Keselamatan Pelayaran

Postingan Terkait

Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026
Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

19 April 2026

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Next Post
Kapal pesiar

Pemerintah Perkuat Keselamatan Pelayaran

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

AmsiNews

REKOMENDASI

Universitas Negeri Gorontalo Tambah 10 Guru Besar Baru

KPU Kota Menggelar Media Gathering dengan Sejumlah Media

Teliti Dampak Sosial Konservasi Laut Dosen Universitas Negeri Papua Terima Hibah US$ 150 Ribu

Integrasi Riset untuk Indonesia Inovatif

NBA 2025/26: Siapa yang akan lolos playoffs?

Kasus Pembajakan Kapal Menurun Secara Global, Termasuk di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.