“Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 3,9–6,7,” kata Nelly.
Adapun Direktur Gempabumi dan Tsunami, Wijayanto, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas. BMKG mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung.
“Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” kata Wijayanto.
Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.
“BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 10.15.51 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” kata Faisal.
Sejalan dengan itu, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan).
“Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk survei gempa bumi merusak dan monitoring dampak dari gempa tersebut,” ujar Ayu.




