Faisal mengimbau masyarakat tetap tenang dan terus waspada dengan melakukan langkah antisipasi, mitigasi, serta perlindungan diri terhadap gempa bumi dan tsunami demi mewujudkan nol korban (zero victim).
Faisal memastikan bahwa BMKG bersiaga selama 24 jam dan terus memperkuat pemantauan dengan memasang ribuan sensor di seluruh Indonesia agar informasi peringatan dini dapat tersampaikan secepat mungkin kepada masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat menerapkan struktur tahan gempa. Masyarakat dapat berdiskusi dan konsultasi dengan para ahli, perguruan tinggi setempat, dan kantor BMKG yang tesebar di 191 lokasi di Indonesia,” kata Faisal.




