Tidak hanya itu, pemanfaatan informasi peringatan dini cuaca ekstrem oleh petani bawang merah yang diperoleh dari aplikasi infoBMKG dapat menghindarkan petani dari ancaman gagal panen.
“Saat itu terjadi cuaca ekstrem satu kali di bulan Juni yaitu hujan lebat yang bisa saja mengakibatkan gagal panen. Namun karena saat itu petani sudah tahu bahwa akan terjadi hujan, maka mereka sudah bersiap-siap. Begitu selesai hujan, daun-daun bawang merah itu segera disiram dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa air hujan yang bersifat asam yang bisa merusak tanaman bawang. Sehingga tanaman tetap hidup sampai panen,” kata Dwikorita.
Melalui SLI Operasional, Dwikorita mengajak seluruh pihak yang terkait untuk bersama-sama memahami cuaca dan iklim dengan berbagai cara. Pemahaman informasi iklim dan cuaca bagi petani akan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.
Menurut Dwikorita, dengan memahami informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG, dapat diputuskan kapan harus mulai tanam. Jika kita tahu seminggu lagi sudah masuk hujan kita bisa memutuskan, kalau kita tahu ini masih musim kering terus kita juga bisa memutuskan, langkah apa yang segera harus dilakukan.
Melalui informasi yang tersedia melalui aplikasi mobile maupun media sosial BMKG, Dwikorita menjamin petani dan petugas penyuluh pertanian dapat memperoleh informasi cuaca dan iklim dari BMKG secara realtime dan kontinu.





Komentar tentang post