“Kampung nelayan ini nantinya akan dibangun secara tematik. Ada yang untuk wisata, ekonomi, dan sebagainya. Jadi, kalau KUR bisa bantu, mungkin kita bisa temukan model-model bisnis yang disepakati bersama,” ujar Edhy.
Edhy berharap agar BRI dapat memberikan keringanan KUR bagi para pembudidaya, nelayan, dan pengolah hasil perikanan.
Selama ini KKP sendiri memiliki Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) sebagai badan penyalur modal secara internal. Meskipun begitu, badan ini semata berperan sebagai payung cadangan terhadap KUR.
“Ke depan, kita akan dorong KUR menjadi fokus kami untuk diperbanyak sejalan dengan perintah Presiden, Wakil Presiden, Menteri Keuangan, dan Menko. Kami berharap hubungan komunikasi antara BRI dan KKP ini terus berjalan,” katanya.
Wakil Dirut BRI Catur menyambut positif berbagai penjelasan yang disampaikan oleh Menteri Edhy dan jajarannya. Sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi yang besar dan menarik. Selain itu, penyaluran kredit kecil dan mikro juga sejalan dengan misi yang dimiliki oleh BRI.
“BRI memang didesain khusus untuk menangani kredit kecil dan mikro karena kami memiliki jaringan cabang dan unit hampir 10.000. Kami juga terhubung dengan teras-teras yang bekerja sama dengan warung-warung itu ada hampir 400.000. Ini semua siap untuk bekerja sama dengan KKP,” ujar Catur.





Komentar tentang post