BRIN dan OceanX Perkuat Riset Global Bidang Oseanografi

Kapal penelitian kelautan tercanggih di dunia OceanXplorer. FOTO: BRIN

Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan organisasi nirlaba sektor eksplorasi kelautan OceanX terus memperkuat kolaborasi riset global untuk menjalankan ekspedisi bersama di bidang oseanografi.

Saat menerima audiensi OceanX, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, menjelaskan bahwa tim BRIN sudah berpengalaman dalam penyelenggaraan joint expedition. Handoko menyatakan dukungannya terhadap program-program kolaborasi riset berupa ekspedisi bersama tersebut.

“BRIN dapat menyediakan tim riset untuk ekspedisi dalam kolaborasi tersebut. Dukungan ini baik dengan ekspedisi menggunakan kapal BRIN maupun kendaraan dari kerja sama,” kata Handoko, di Jakarta, Rabu (21/5).

Selain itu, kata Handoko, BRIN terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi dan negara.

Dalam kolaborasi tersebut, Handoko mengatakan bahwa BRIN bukan hanya menyediakan tim, melainkan juga melakukan monitoring dan evaluasi terkait proses kegiatan tersebut.

Monitoring juga mencakup berapa banyak sampel penelitian yang dikerjakan dan publikasi ilmiah yang dihasilkan. Selain itu, kolaborasi riset juga dapat menjadi ajang promosi untuk kerja sama riset. K

olaborasi riset juga akan mengundang periset dari berbagai negara untuk ikut dalam program tersebut.

Co-CEO dan Choef Science Officer OceanX, Vincent Pieribone, dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan BRIN.

Vincent Pieribone mengatakan kolaborasi riset bukan hanya bermanfaat untuk kegiatan penelitian melainkan juga untuk meningkatkan kapasitas dalam penelitian.

Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset, BRIN, Nugroho Dwi Hananto, dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa BRIN dan OceanX dapat mengundang berbagai peneliti untuk ikut dalam ekspedisi riset, dengan demikian kolaborasi tersebut akan menjadi semakin inklusif.

Sebelumnya, BRIN dan OceanX terlibat dalam ekspedisi bersama kapal riset OceanXplorer. Kolaborasi ini bertujuan untuk membina dan mempercepat pengembangan penelitian kelautan di Indonesia.

Kapal riset tersebut dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk mensurvei beragam lingkungan laut, termasuk habitat laut dalam, dangkal, dan pesisir.

Ini termasuk dua kapal selam berawak sepanjang 1.000 meter, kendaraan yang dioperasikan jarak jauh (remote operated vehicle, ROV) sepanjang 6.000 meter, laboratorium penelitian mutakhir, kemampuan pengurutan DNA generasi berikutnya, kemampuan pemetaan akustik penuh, serta analisis konduktivitas, suhu dan kedalaman.

Tahap pertama ekspedisi ini mencakup pemetaan lebih dari 7.500 kilometer persegi dasar laut Indonesia menggunakan OceanXplorer.

Kegiatan yang telah dilakukan meliputi penyelaman dengan kapal selam untuk ilmuwan Indonesia, survei ROV, observasi karang laut dalam, serta penemuan rembesan hidrotermal dan termogenik di dasar laut. Survei juga dilakukan di lokasi asal tsunami tahun 2004.

Tahap kedua, melanjutkan penelitian oseanografi dan geofisika yang dilakukan pada tahap pertama dan menambahkan fokus penting pada keanekaragaman hayati.

Exit mobile version