Vincent Pieribone mengatakan kolaborasi riset bukan hanya bermanfaat untuk kegiatan penelitian melainkan juga untuk meningkatkan kapasitas dalam penelitian.
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset, BRIN, Nugroho Dwi Hananto, dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa BRIN dan OceanX dapat mengundang berbagai peneliti untuk ikut dalam ekspedisi riset, dengan demikian kolaborasi tersebut akan menjadi semakin inklusif.
Sebelumnya, BRIN dan OceanX terlibat dalam ekspedisi bersama kapal riset OceanXplorer. Kolaborasi ini bertujuan untuk membina dan mempercepat pengembangan penelitian kelautan di Indonesia.
Kapal riset tersebut dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk mensurvei beragam lingkungan laut, termasuk habitat laut dalam, dangkal, dan pesisir.
Ini termasuk dua kapal selam berawak sepanjang 1.000 meter, kendaraan yang dioperasikan jarak jauh (remote operated vehicle, ROV) sepanjang 6.000 meter, laboratorium penelitian mutakhir, kemampuan pengurutan DNA generasi berikutnya, kemampuan pemetaan akustik penuh, serta analisis konduktivitas, suhu dan kedalaman.
Tahap pertama ekspedisi ini mencakup pemetaan lebih dari 7.500 kilometer persegi dasar laut Indonesia menggunakan OceanXplorer.
Kegiatan yang telah dilakukan meliputi penyelaman dengan kapal selam untuk ilmuwan Indonesia, survei ROV, observasi karang laut dalam, serta penemuan rembesan hidrotermal dan termogenik di dasar laut. Survei juga dilakukan di lokasi asal tsunami tahun 2004.




