Hidayat mengatakan setelah petani memiliki biakan murni fungi yang menstimulasi pembentukan resin gaharu, mereka dapat memperbanyak inokulan penghasil gaharu dengan menggunakan bahan-bahan media kultur yang mudah dijumpai.
Dengan demikian, petani tidak perlu lagi membeli inokulan. Akan tetapi cukup membeli biakan murni fungi, sehingga lebih murah, praktis dan mudah serta dapat diproduksi sesuai kebutuhan.
Dengan melakukan inokulasi dengan inokulan yang diproduksi secara mandiri, masyarakat dapat secara intensif melakukan inokulasi.
Keanekaragaman hayati dapat berupa mikroorganisme, fauna dan flora. Tanaman gaharu sebagai sumber keanekaragaman hayati penghasil hasil hutan bukan kayu menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi berupa resin gaharu (gubal gaharu).
Proses pembentukan gubal gaharu secara alami membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu suatu teknologi inokulasi buatan dengan fungi potensial yang dapat menginduksi pembentukan gubal gaharu yang lebih cepat.





Komentar tentang post