Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penggunaan Lahan dan Konversi Habitat Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

redaksi
22 Mei 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Penggunaan Lahan dan Konversi Habitat Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Jutaan spesies laut hidup di ekosiatem terumbu karang (coral reef). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Penggunaan lahan dan konversi habitat untuk pangan menjadi penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati dan bertanggung jawab atas 80 persen deforestasi dan 70 persen penggunaan air bersih.

Hari ini, 22 Mei, diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Hayati (International Day for Biological Diversity). Sebagai pengingat planet ini mengalami penurunan pada kondisi alam yang berbahaya. Satu juta spesies terancam punah, tanah menjadi tidak subur, dan sumber air mengering.

Sistem pangan global sangat bergantung pada alam—laut adalah sumber utama protein bagi lebih dari 3 miliar orang.

Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global – yang diadopsi oleh para pemimpin dunia pada bulan Desember 2022 di Kanada, menetapkan untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya alam pada tahun 2030.

Kerangka kerja tersebut menyerukan area di bawah pertanian, akuakultur, dan kehutanan untuk dikelola secara berkelanjutan, limbah makanan global dipotong setengahnya, dan pengurangan yang signifikan dalam konsumsi berlebihan dan produksi limbah.

Hasil penelitian Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menunjukkan bahwa keadaan alam mendasari bagaimana ekonomi global dan sistem keuangan dapat berkembang.

Alam adalah aset modal vital yang menyediakan banyak barang dan jasa penting, dengan nilai ekonomi US$44 triliun.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Hari Keanekaragaman Hayati InternasionalInger AndersenInternational Day for Biological Diversitykeanekaragaman hayatiKetahanan PanganPemulihan EkosistemUNEP
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

BRIN Kerja Sama Hasil Riset Gaharu dengan BBC Media Action

Next Post

Gerakan Menanam Cabai Rawit Cara Pengendalian Inflasi di Kota Gorontalo

Postingan Terkait

Menikmati Panorama Atol Pulo Cinta Gorontalo

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

20 April 2026
BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

20 April 2026

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Next Post
Gerakan Menanam Cabai Rawit Cara Pengendalian Inflasi di Kota Gorontalo

Gerakan Menanam Cabai Rawit Cara Pengendalian Inflasi di Kota Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Kuat di Selat Makassar Mengguncang Donggala

International Day of Families: Mendorong Aksi Iklim Melalui Peran Keluarga

Bocah di Jinato Serahkan Penyu Sisik

Beredar di Rote Ndao Ada Bayi Hiu Mirip Manusia

Fakultas Kedokteran UNG Raih Penghargaan Institusi Terfavorit

Program Ekspedisi Bakti Nusa Butuh 300 Relawan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.