“Ini bukan sekadar soal keterwakilan gender, tapi bagaimana sistem kekuasaan tetap berpusat pada jaringan keluarga,” ujar Kurniawati biasa disapa Nia.
Menurut Kurniawati, ikatan keluarga memberi akses politik bagi perempuan yang tidak punya sumber daya ekonomi dan jaringan politik.
Namun, ini menjadi pedang bermata dua. “Banyak yang mengira saya menormalisasi politik dinasti, padahal saya hanya ingin kita jujur terhadap realitas ini,” ujarnya.
Seminar ini menjadi wadah refleksi penting atas arah demokrasi Indonesia ke depan, baik dari sisi data empiris maupun pengalaman di lapangan.
Dalam pembahasan tersebut, forum menyepakati bahwa politik dinasti adalah tantangan nyata yang perlu dihadapi bersama.




