Penelitian ini dengan judul “Bacterial isolates from bryozoan Pleurocodonellina sp.: Diversity and antimicrobial potential against pathogenic bacteria.”
Tinjauan mengenai bryozoa di Indonesia juga pernah diulas Curatorial Assistant Invertebrate Zoology, Royal Ontario Museum, Canada, R J M Carson. Menurut Carson banyak bryozoa dari perairan Indonesia telah dipertelakan di dalam laporan Ekspedisi Siboga.
Seluruh spesimen yang dipertelakan berasal dari sebelah timur dari bujur timur 113°.
Bryozoa adalah hewan akuatik. Biasanya merupakan koloni sesil yang bermacam-macam bentuknya (polymorphic).
Antara koloni satu dengan koloni yang lain dapat dibedakan dari bentuk lophophore, yaitu organ untuk makan yang terdiri dari tentakel-tentakel yang bersilia.
Keanekaragaman dan kelimpahan tertinggi dari binatang ini didapatkan pada zona cahaya (lighted zone) di perairan tropik. Seringkali didapatkan di bawah permukaan karang.
Telaah taksonomik dari filum ini yang telah diikhtisarkan dari spesimen yang dikoleksi dari Kepulauan Seribu.
Tulisan Carson diterbitkan di Oseana, Volume X, Nomor 2: 56 – 60 (1985) dengan judul “Bryozoan Reviewd”.
Bryozoa salah satu filum dari hewan invertebrata yang hidup di air tawar maupun laut. Bersifat sesil atau menempel. Sering hidup berkoloni.





Komentar tentang post