Jumat, Januari 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Buangan Air Bahang dari Industri dan PLTU Merusak Terumbu Karang

redaksi
12 Maret 2019
Kategori : Berita
0
Air bahang

Dian Saptarini saat mempresentasikan materi disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di ITS. FOTO: ITS.AC.ID

Dian yang juga dosen Biologi ITS mengatakan, karang memproduksi kapur yang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu karang hermatipik dan karang ahermatipik.

Karang hermatipik ialah karang yang mampu membentuk bangunan karang atau terumbu, sedangkan karang ahermatipik tidak mampu membentuk terumbu. Dalam persebarannya, karang hermatipik tumbuh di daerah tropis, sedangkan karang ahermatipik tersebar di seluruh dunia.

Indonesia secara geografis berada di daerah yang beriklim tropis, sehingga Indonesia memiliki keanekaragaman hayati berupa terumbu karang yang melimpah di daerah pesisir. Namun, aktivitas pembuangan air pendingin mesin (air bahang) oleh industri berdampak pada kenaikan suhu perairan pesisir.

Karang bisa dianalogikan sebagai hutan hujan tropisnya laut atau sea forest. Peran dari karang bagi bumi sama seperti peran hutan hujan tropis, yaitu mereduksi emisi karbon.

Selain itu, karang menjadi tempat tinggal dan tempat berkembangbiaknya biota laut. Namun, pembuangan air bahang dari industri ke laut telah merusak karang, sehingga mengalami coral bleaching atau pemutihan karang.

Coral bleaching adalah proses menghilangnya warna karang menjadi putih yang diakibatkan oleh degradasi populasi zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang. Degradasi ini menyebabkan karang menjadi mati dan fungsinya dalam mereduksi emisi karbon dan tempat tinggal serta berkembang biak biota laut menjadi hilang.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: coral bleachingITSpemutihan karangTerumbu Karang
Bagikan28Tweet8KirimKirim
Previous Post

Januari – Maret, KKP Tangkap 15 Kapal Ilegal

Next Post

Heboh, Penyelam Masuk Mulut Paus

Postingan Terkait

Redupnya Bisnis Media dan Jaminan Kesejahteraan Wartawan di Indonesia

Redupnya Bisnis Media dan Jaminan Kesejahteraan Wartawan di Indonesia

22 Januari 2026
Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

Gempa Bumi M5,4 di Teluk Tomini Berasosiasi dengan Aktivitas Zona Penunjaman Sulawesi

22 Januari 2026

Bibit Siklon Tropis 92P Terletak di Selatan Barat Daya Merauke

Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

Kondisi Lamun Indonesia Beragam, Ini Metode Perhitungan Faktor Emisi Akibat Degradasi

Guru Besar Fakultas Kelautan Prof. Femy Sahami Pimpin Senat Universitas Negeri Gorontalo

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, UNG Komitmen Mengawal Proses Seleksi Nasional

Emisi Karbon Lamun di Jawa dan Sumatra Tertinggi di Indonesia

Next Post
Paus bryde

Heboh, Penyelam Masuk Mulut Paus

Komentar tentang post

TERBARU

Redupnya Bisnis Media dan Jaminan Kesejahteraan Wartawan di Indonesia

Gempa Bumi M5,4 di Teluk Tomini Berasosiasi dengan Aktivitas Zona Penunjaman Sulawesi

Bibit Siklon Tropis 92P Terletak di Selatan Barat Daya Merauke

Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

Kondisi Lamun Indonesia Beragam, Ini Metode Perhitungan Faktor Emisi Akibat Degradasi

Guru Besar Fakultas Kelautan Prof. Femy Sahami Pimpin Senat Universitas Negeri Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Kemenhub Periksa Garuda Indonesia dan Lion Mentari

Bibit Siklon Tropis 93W Membentuk Daerah Konvergensi di Laut Sulawesi

Puluhan Kilogram Plastik Ditemukan di Perut Paus Berparuh Cuvier

Menhub Intensifkan PNBP di Sektor Perhubungan Laut

Hoaks Sangat Meresahkan

Penyakit Ikan Koi Sangat Menular

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.