Kulit buaya muara juga digunakan sebagai bahan kerajian tangan untuk membuat tas, ikat pinggang, jaket, sepatu, sandal, dompet, koper.
Berdasarkan regulasi yang ada, pemanfaatan semua jenis buaya di Indonesia harus mendapatkan ijin dari KLHK.
Dari tahun ke tahun permintaan terhadap buaya muara terus meningkat. Itu sebabnya, buaya ini terancam punah.
Selain perburuan, ancaman utama satwa liar ini adalah rusaknya habitat tempat mereka hidup dan berkembang biak.
Terdapat perbedaan jenis kelamin buaya jantan dan betina. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan bentuk ekor.
Umumnya buaya jantan berekor tegak, sementara buaya betina berekor rebah. Buaya muara memiliki warna kulit coklat kotor sampai hitam dengan bentuk kepala yang lonjong dan bentuk moncong yang bervariasi menurut umur dan ukuran tubuh.
Klasifikasi Buaya Muara
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Sub kelas: Archosauria
Ordo: Crocodylia
Famili: Crocodylidae
Sub famili: Crocodylinae
Genus: Crocodylus
Spesies: Crocodylus porosus (Schneider, 1801).*





Komentar tentang post