Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

redaksi
10 Agustus 2019
Kategori : Berita
0
Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

FOTO: KKP

BALAI Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Makassar telah melakukan analisis ikan hasil pengeboman atau destructive fishing.

Biasanya, ikan yang dibom bagian organ dalamnya sudah pecah dan tidak utuh lagi. Ini antara lain, hasil pemeriksaan BBKIPM Makassar.

Menurut Analis laboratorium BBKIPM Makassar, Astina Sartika, organ dalam yang diperiksa antara lain gelembung renang maupun tulang. Jika gelembung renangnya pecah dan keluar darah dari ruas tulangnya, ini merupakan indikasi awal bom yang dipakai untuk menangkap sangat eksplosif.

Untuk mendeteksi ikan hasil bom rakitan melalui uji laboratorium juga dapat dilakukan, waktunya selama 2 jam. Caranya, dengan menggunakan natrium hidroksida dan asam sulfat.

Kepala BBKIPM Makassar, Sitti Chodidjah mengatakan, dalam dua tahun terakhir, BBKIPM Makassar telah mengembangkan metode deteksi cepat ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberantas destructive fishing.

Terlebih lagi, di wilayah Sulawesi Selatan masih kerap ditemukan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak tanpa memperhatikan kelestarian sumber daya perikanan.

Untuk pemeriksaan destructive fishing, BBKIPM Makassar bekerja sama dengan laboratarium forensik Polri untuk mengembangkan metode deteksi cepat. Hasilnya valid dan akurat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKIPMBom Ikandestructive fishing
Bagikan27Tweet8KirimKirim
Previous Post

Penyuluh Dapat pembekalan Pengenalan Ikan Hasil Destructive Fishing

Next Post

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Postingan Terkait

Menikmati Panorama Atol Pulo Cinta Gorontalo

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

20 April 2026
BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

20 April 2026

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Next Post
Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Komentar tentang post

TERBARU

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

AmsiNews

REKOMENDASI

AMSI Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado Tandatangani Nota Kesepahaman Literasi Digital

Pemkot Gorontalo Canangkan Program Jempol Elok

Mengapa Gurita Menghilang di Perairan Uwedikan Kabupaten Banggai?

Siklon Tropis Courtney Menguat Menjadi Kategori 3 di Barat Daya Jawa Barat

Banjir di Sulawesi Meluas

BPBD Kota Gorontalo Bentuk Tim Teknis Pengkajian Kebutuhan Pascabencana

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.