Jumat, Juni 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

redaksi
10 Agustus 2019
Kategori : Berita
0
Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

FOTO: KKP

BALAI Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Makassar telah melakukan analisis ikan hasil pengeboman atau destructive fishing.

Biasanya, ikan yang dibom bagian organ dalamnya sudah pecah dan tidak utuh lagi. Ini antara lain, hasil pemeriksaan BBKIPM Makassar.

Menurut Analis laboratorium BBKIPM Makassar, Astina Sartika, organ dalam yang diperiksa antara lain gelembung renang maupun tulang. Jika gelembung renangnya pecah dan keluar darah dari ruas tulangnya, ini merupakan indikasi awal bom yang dipakai untuk menangkap sangat eksplosif.

Untuk mendeteksi ikan hasil bom rakitan melalui uji laboratorium juga dapat dilakukan, waktunya selama 2 jam. Caranya, dengan menggunakan natrium hidroksida dan asam sulfat.

Kepala BBKIPM Makassar, Sitti Chodidjah mengatakan, dalam dua tahun terakhir, BBKIPM Makassar telah mengembangkan metode deteksi cepat ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberantas destructive fishing.

Terlebih lagi, di wilayah Sulawesi Selatan masih kerap ditemukan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak tanpa memperhatikan kelestarian sumber daya perikanan.

Untuk pemeriksaan destructive fishing, BBKIPM Makassar bekerja sama dengan laboratarium forensik Polri untuk mengembangkan metode deteksi cepat. Hasilnya valid dan akurat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKIPMBom Ikandestructive fishing
Bagikan28Tweet9KirimKirim
Previous Post

Penyuluh Dapat pembekalan Pengenalan Ikan Hasil Destructive Fishing

Next Post

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Postingan Terkait

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

5 Juni 2026
PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

5 Juni 2026

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

World Environment Day, 50 Kota Bersiap Menghadapi Panas Ekstrem

Peristiwa El Niño Dapat Meningkatkan Produktivitas Perikanan di Sejumlah Perairan Indonesia

Next Post
Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Siklon Senyar Berada di Dekat Kota Medan, Menuju Selat Malaka dan Malaysia

Dharma Wanita Persatuan UNG Rayakan HUT ke-26 dan Hari Ibu

Dosen UNG Suleman Bouti Raih Gelar Guru Besar Sosiolinguistik Ortografi

Enam Bulan Urus Izin Kapal, 2 Kali ke Jakarta, Belum Selesai

Banjir Melanda Kapuas dan Pohuwato

Jumlah Gempabumi Tahunan di Indonesia Meningkat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.