Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

redaksi
10 Agustus 2019
Kategori : Berita
0
Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

FOTO: KKP

BALAI Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Makassar telah melakukan analisis ikan hasil pengeboman atau destructive fishing.

Biasanya, ikan yang dibom bagian organ dalamnya sudah pecah dan tidak utuh lagi. Ini antara lain, hasil pemeriksaan BBKIPM Makassar.

Menurut Analis laboratorium BBKIPM Makassar, Astina Sartika, organ dalam yang diperiksa antara lain gelembung renang maupun tulang. Jika gelembung renangnya pecah dan keluar darah dari ruas tulangnya, ini merupakan indikasi awal bom yang dipakai untuk menangkap sangat eksplosif.

Untuk mendeteksi ikan hasil bom rakitan melalui uji laboratorium juga dapat dilakukan, waktunya selama 2 jam. Caranya, dengan menggunakan natrium hidroksida dan asam sulfat.

Kepala BBKIPM Makassar, Sitti Chodidjah mengatakan, dalam dua tahun terakhir, BBKIPM Makassar telah mengembangkan metode deteksi cepat ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberantas destructive fishing.

Terlebih lagi, di wilayah Sulawesi Selatan masih kerap ditemukan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak tanpa memperhatikan kelestarian sumber daya perikanan.

Untuk pemeriksaan destructive fishing, BBKIPM Makassar bekerja sama dengan laboratarium forensik Polri untuk mengembangkan metode deteksi cepat. Hasilnya valid dan akurat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKIPMBom Ikandestructive fishing
Bagikan28Tweet9KirimKirim
Previous Post

Penyuluh Dapat pembekalan Pengenalan Ikan Hasil Destructive Fishing

Next Post

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Postingan Terkait

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

4 September 2026
Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

4 September 2026

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

UNAIR dan UNG Perkuat Kerja Sama Akademik

Next Post
Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Komentar tentang post

TERBARU

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

AmsiNews

REKOMENDASI

Korban Banjir Pakistan Menderita Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan

Tinggi Intensitas Pengeboman Ikan di Raja Ampat

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Hewan Tak Ada Antraks di Kota Gorontalo

UNG dan Kemnaker Menggelar Pekan Job Fair Gorontalo

PT Zetmi dan BAKTI Kembangkan Aplikasi Digital Budidaya Rumput Laut

Setelah Mendarat di Pulau Honshu Siklon Tropis Nanmadol Masuk Pasifik Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.