Selasa, Februari 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

redaksi
10 Agustus 2019
Kategori : Berita
0
Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

FOTO: KKP

BALAI Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Makassar telah melakukan analisis ikan hasil pengeboman atau destructive fishing.

Biasanya, ikan yang dibom bagian organ dalamnya sudah pecah dan tidak utuh lagi. Ini antara lain, hasil pemeriksaan BBKIPM Makassar.

Menurut Analis laboratorium BBKIPM Makassar, Astina Sartika, organ dalam yang diperiksa antara lain gelembung renang maupun tulang. Jika gelembung renangnya pecah dan keluar darah dari ruas tulangnya, ini merupakan indikasi awal bom yang dipakai untuk menangkap sangat eksplosif.

Untuk mendeteksi ikan hasil bom rakitan melalui uji laboratorium juga dapat dilakukan, waktunya selama 2 jam. Caranya, dengan menggunakan natrium hidroksida dan asam sulfat.

Kepala BBKIPM Makassar, Sitti Chodidjah mengatakan, dalam dua tahun terakhir, BBKIPM Makassar telah mengembangkan metode deteksi cepat ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberantas destructive fishing.

Terlebih lagi, di wilayah Sulawesi Selatan masih kerap ditemukan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak tanpa memperhatikan kelestarian sumber daya perikanan.

Untuk pemeriksaan destructive fishing, BBKIPM Makassar bekerja sama dengan laboratarium forensik Polri untuk mengembangkan metode deteksi cepat. Hasilnya valid dan akurat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKIPMBom Ikandestructive fishing
Bagikan27Tweet8KirimKirim
Previous Post

Penyuluh Dapat pembekalan Pengenalan Ikan Hasil Destructive Fishing

Next Post

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Postingan Terkait

Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

10 Februari 2026
Siklon Tropis Gezani Mendekati Pendaratan di Madagaskar

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pendaratan di Madagaskar

10 Februari 2026

UNG Kirim Mahasiswa ke Daerah Bencana di Aceh Tamiang

Siklon Tropis Mitchell Menyusur Dekat Pantai Australia Barat Sejauh 800 km

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Kondisi Cuaca Indonesia Dipengaruhi Dinamika Atmosfer Global dan Lokal Sepekan ke Depan

Siklon Tropis Mitchell  Mendarat di Wilayah Gascoyne Australia Barat

Perempuan Penantang Ombak Togean, Bertaruh Nyali Mencari Gurita

Next Post
Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Seminggu Melaut, Kapal Ikan Mati Mesin di Perairan Lampung

Komentar tentang post

TERBARU

Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pendaratan di Madagaskar

UNG Kirim Mahasiswa ke Daerah Bencana di Aceh Tamiang

Siklon Tropis Mitchell Menyusur Dekat Pantai Australia Barat Sejauh 800 km

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Kondisi Cuaca Indonesia Dipengaruhi Dinamika Atmosfer Global dan Lokal Sepekan ke Depan

AmsiNews

REKOMENDASI

Banyak Penderita Diabetes di Tojo Una-Una, Menkes: Maksimalkan Pencegahan di Puskesmas

Hujan Ringan Hingga Lebat Berpotensi Terjadi di Awal Februari 2024

Pusat Penelitian Laut Dalam di Ambon Miliki Peran Strategis

Teluk Tomini Paceklik Tuna Sirip Kuning Ukuran 30 kg ke Atas

Jumlah Wisatawan ke Komodo Meningkat

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Taliabu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.