Senin, Mei 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cekakak Belukar, Burung yang Menyukai Tepi Hutan Mangrove dan Lahan Basah

redaksi
10 November 2020
Kategori : Berita
0
Cekakak Belukar, Burung yang Menyukai Tepi Hutan Mangrove dan Lahan Basah

Cekakak belukar. FOTO: KSDAE-KLHK

Darilaut – Cekakak belukar sejenis dengan burung raja udang. Habitat burung ini mencakup areal yang luas, mulai dari tepi pantai, seperti kawasan hutan mangrove hingga lahan di ketinggian 900 meter dari permukaan laut (dpl).

Habitat burung dari suku Halcyonidae (Alcedinidae) dengan genus Halcyon ini di perkebunan kelapa sawit, pohon-pohon tepi jalan, persawahan, kebun, kolam, bendungan, kanal air, sungai kecil dan rawa nipah.

Melansir laman resmi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Sumatera, seperti di Taman Nasional Batang Gadis, cekakak belukar sering terlihat sendirian dan suka mengunjungi daerah atau lahan terbuka di dekat air, menggantikan Cekakak sungai sebagai raja udang.

Spesies ini sangat lincah. Saat mencari mangsanya cukup ribut di lahan terbuka, sungai, kolam dan pantai. Mangsanya berupa serangga, yuyu, kodok, katak, ular dan anak burung.

Di dalam daftar Red List International Union for the Conservation of Nature (IUCN) status konservasi beresiko rendah atau Least Concern (LC).

Burung ini disebut juga Cekakak dada putih. Memiliki tubuh berukuran agak besar (27 cm).

Berwarna biru dan coklat di dagu dan tenggorokan, serta putih di dada. Kepala leher dan sisa tubuh bagian bawah coklat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BurungKLHKSumatera
Bagikan13Tweet8KirimKirim
Previous Post

Perairan Indonesia Tumpuan Sumber Pangan dan Farmasetika Laut

Next Post

Angin Kencang Melanda Maros

Postingan Terkait

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

4 Mei 2026
2024 Tahun Terpanas, Bagaimana di Tahun 2025?

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

3 Mei 2026

Heatstroke Akibat Suhu Panas Dapat Menyerang Jantung

Serangan Online Terhadap Jurnalis Perempuan Berdampak pada Kesehatan Mental

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kekerasan Daring Terhadap Jurnalis Perempuan Meningkat

Hardiknas, Rektor UNG: Pendidikan Jantung Peradaban

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

Next Post
Angin Kencang Melanda Maros

Angin Kencang Melanda Maros

Komentar tentang post

TERBARU

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

Heatstroke Akibat Suhu Panas Dapat Menyerang Jantung

Serangan Online Terhadap Jurnalis Perempuan Berdampak pada Kesehatan Mental

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kekerasan Daring Terhadap Jurnalis Perempuan Meningkat

Hardiknas, Rektor UNG: Pendidikan Jantung Peradaban

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit 97S Berpeluang Tinggi Menjadi Siklon Tropis di Lepas Pantai Australia

Semangat Komunitas Telah Menghidupkan Kembali Hutan Mangrove di Sri Lanka

Gelombang Pasang Merusak Kawasan Wisata Pantai di Cilacap

Erupsi Semeru, 27 Hilang dan 15 Warga Meninggal Dunia

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Kepulauan Miyako Jepang

296 Ribu Orang Dievakuasi Akibat Topan Talim di Cina dan Vietnam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.