Ketika dibandingkan dengan Agustus 2015, sebaran PM2.5 pada 2026 dalam simulasi terlihat lebih terlokalisasi, tetapi konsentrasi di sejumlah titik sumber diperkirakan lebih tinggi. Terdapat pula indikasi penambahan kontribusi sumber polutan, yaitu Papua Selatan yang terlihat lebih dominan dibandingkan 2015.
Ardhi mengatakan bahwa hasil tersebut masih merupakan hasil penelitian yang sedang dikembangkan dan belum divalidasi. Artinya, hasil simulasi belum dibandingkan secara menyeluruh dengan data pengamatan lapangan untuk mengetahui tingkat akurasi model.



