Terlebih kearifan lokal tersebut umumnya lebih dikuasai oleh kelompok lanjut usia dan banyak tidak diketahui oleh kelompok generasi muda.
Pertengahan bulan Maret tahun 2022 ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat dan BRIN telah melaksanakan studi inventarisasi keragaman anggrek dan potensi pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan oleh masyarakat adat di Pulau Batanta.
Pulau Batanta merupakan salah satu dari empat pulau besar di Kabupaten Raja Ampat yang terletak sekitar 34 kilometer dari arah barat Kota Sorong.
Pulau tersebut memiliki beragam tipe ekosistem yang masih sangat alami. Tak hanya itu, kearifan lokal masyarakat adat dalam memanfaatkan tumbuhan di sekitarnya menarik untuk diteliti.
Tim kajian dari BBKSDA Papua Barat, kata Reza Saputra, mengatakan, hasil observasi sementara memperlihatkan lebih dari 100 jenis tumbuhan digunakan oleh kelompok masyarakat adat untuk berbagai keperluan.
Tumbuhan ini digunakan untuk obat-obatan, pangan lokal, pakaian, upacara tradisional, kerajinan, perlengkapan rumah, bangunan, hingga material untuk membuat perahu.





Komentar tentang post