Tidak hanya gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di Laut Cina Selatan dan menyebabkan adanya daerah perlambatan serta pertemuan angin memanjang di sejumlah wilayah. Didukung dengan labilitas lokal yang kuat, proses pengangkatan massa udara menjadi cukup optimal, sehingga berpotensi meningkatkan potensi hujan di wilayah yang terdampak.
Pada periode 18 – 20 September 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan sedang.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini Siaga (hujan lebat – sangat lebat) di Jawa Barat, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.
Angin Kencang di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua Selatan.
Periode 21 – 24 September 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.




