Hingga Sabtu sore gempa bumi susulan terjadi lebih dari 250 kali.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat puluhan orang meninggal dunia di sejumlah wilayah d NTT, serta kerusakan sedikitnya 90 bangunan.
Gempa bumi kedua yang berlokasi di darat Sumatra Utara magnitudo (M) 6,4 terjadi pada Sabtu (15/8) sore.
Gempa bumi ini dirasakan kuat selama 30 detik di Kabupaten Simalungun, Kota Medan, dan Kabupaten Pakpak. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, gempa dirasakan kuat selama 10 detik.
Berdasarkan keterangan BMKG, episentrum gempa berada pada Lintang 2.97 LU dan Bujur 98.95 BT dengan kedalaman 163 kilometer. Pusat gempa berada di darat dan tidak berpotensi tsunami.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara melaporkan gempa dirasakan di beberapa wilayah antara lain Kabupaten Simalungun, Kota Medan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
USGS mencatat gempa M 6,9, terletak 15 km di sebelah utara-barat laut Pematangsiantar. Gempa berada di kedalaman 172,5 km.
Hasil analisis USGS secara otomatis melalui GeoNames lokasi terdekat Pematangsiantar, 15,3 km (9,5 mil), Pekan Bahapal – Simalungun 17,9 km (11,1 mil), Tebing Tinggi 31,6 km (19,6 mil), Parapat – Simalungun 47,9 km (29,8 mil) dan Medan 67,6 km (42 mil). (VM)



