Kekeringan saat ini menjadi kekhawatiran utama di wilayah yang luas di Asia Tenggara.
Amerika Selatan juga mengalami dampak yang kontras.
Wilayah Brasil bagian utara biasanya menjadi lebih kering dari kondisi normal selama peristiwa El Niño, sementara Brasil bagian selatan justru sering mengalami curah hujan di atas normal pada periode September–Januari.
Chili mengalami curah hujan yang sangat lebat, yang menyebabkan Gurun Atacama—yang biasanya gersang—menjadi berbunga, sekaligus memicu banjir yang menimbulkan gangguan.
Musim badai di Atlantik berlangsung sangat tenang, sehingga para petani terhindar dari amukan angin dan banjir. Namun, selama masa peralihan dari musim basah dan panas di Karibia, fenomena El Niño yang sangat kuat dapat memicu perluasan kondisi kekeringan, yang berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air.
Sebaliknya, kawasan Pasifik mencatat aktivitas siklon tropis yang sangat tinggi, yang dipicu oleh suhu air laut yang hangat. Badai Trudy, misalnya, sempat menguat pada tanggal 16 Oktober saat bergerak menuju pesisir Meksiko. Badai ini merupakan bagian dari serangkaian badai yang mengancam sektor perikanan, produksi pertanian, serta transportasi komoditas pertanian dan pangan. Suhu yang lebih tinggi dari biasanya



