Asia Selatan menunjukkan situasi serupa.
Musim hujan (monsun) periode Juni–September menyediakan curah hujan yang diperlukan untuk tanaman pangan pokok, seperti padi, di sebagian besar wilayah tersebut. Prakiraan yang dikeluarkan melalui South Asian Climate Outlook Forum (SASCOF) secara tepat memprediksi kemungkinan curah hujan di bawah normal pada musim ini; pengamatan pun telah menunjukkan defisit curah hujan yang signifikan di beberapa daerah.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap sektor pertanian, sumber daya air, dan ketahanan pangan. Defisit curah hujan telah terjadi di beberapa wilayah India, namun dampaknya terhadap hasil panen tanaman pangan utama belum diketahui.
Musim hujan periode Oktober–Desember lebih krusial bagi wilayah selatan Asia Selatan—khususnya India bagian selatan, Sri Lanka, dan Maladewa—di mana kegiatan pertanian sangat bergantung pada musim ini.

Curah hujan dalam kisaran normal hingga di atas normal diperkirakan akan terjadi di wilayah barat laut serta sebagian wilayah timur dan selatan Asia Selatan, termasuk negara-negara kepulauan di kawasan tersebut. Sebaliknya, curah hujan di bawah normal kemungkinan besar akan terjadi di sebagian besar wilayah tengah dan selatan semenanjung Asia Selatan, serta beberapa bagian di Asia Selatan bagian timur.



