Konsep tengah dengan membangun kolam-kolam potensi dan sumur-sumur resapan dan membutuhkan partisipasi masyarakat. Sedangkan konsep hilir dilakukan dengan membangun tanggul-tanggul, sedimentasi trap dan normalisasi sungai.
Menurut Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, prinsip pengendalian banjir di Jakarta adalah dengan revitalisasi polder, pembangunan/peningkatan pompa, pembangunan waduk/situ/embung di hulu, pembangunan tanggul sungai, pembangunan sungai resapan. Kegiatan rutin pengerukan, pengurasan, pembangunan sumur resapan. Selain itu terdapat program grebek lumpur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor, R. Soebiantoro, mengatakan, telah melakukan upaya fisik dan non fisik untuk mencegah banjir di tahun 2020. Prinsipnya sama seperti program-program yang telah dilakukan.
Secara non-fisik dilakukan penyusunan RT-RW, penyusunan zonasi, pengaturan garis sepadan mengatur drainase dan perizinan dan penyusunan instrumentasi pengendalian pemanfaatan ruang sekitar sungai. Secara fisik dilakukan pembangunan dan pemeliharaan situ, pemeliharaan ruang terbuka hijau, rehabiitasi saluran irigasi, dan pembuatan umur resapan.*





Komentar tentang post