Sejak dulu nelayan di Langgula tidak bergantung pada ikan-ikan karang. Ikan-ikan karang dan cumi-cumi hanyalah sampingan yang ditangkap ketika nelayan ini ingin makan ikan tersebut.
Spesies cumi-cumi biasanya hanya tangkapan di kala senggang. Bukan tangkapan utama nelayan. Mulailah nelayan ini menangkap cumi-cumi.
Kepala Desa Langgula, Fadli Otoluwa, mengatakan, di masa pandemi Covid-19, nelayan Desa Langgula mengalami kesulitan hasil tangkapan.
Ikan tuna yang biasanya bisa ditangkap dengan cara memancing menghilang di Teluk Tomini.
“Sekarang nelayan tuna banyak yang menangkap cumi-cumi,” kata Fadli.
Dengan adanya hasil tangkapan cumi, kelompok ibu-ibu di Desa Langgula mengembangkan produk cumi-cumi.
Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan menggunakan bahan baku utama dari laut berupa cumi-cumi ini dibuat dalam berbagai olahan.
Produk olahan ini, antara lain, stik cumi, abon, kerupuk, biskuit, bakso, panada, perkedel dan ilabulo. Semuanya bahan baku utamanya cumi-cumi.





Komentar tentang post