Menurut Koordinator Nasional DFW-Indonesia Moh Abdi Suhufan, pendampingan yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir bertujuan untuk mengkapasitasi 3 kelompok strategis di desa, yaitu kelompok budidaya rumput laut, pengelola BUMDes dan pemerintah desa dalam merencanakan, mengelola asset dan sumberdaya guna menunjang kehidupan sosial dan ekonomi.
“Sumberdaya di desa perlu dikelola dengan baik dalam satu kelembagaan ekonomi seperti BUMDes atau koperasi agar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Abdi, Sabtu (22/12).
Karena itu, melalui skema social investment, DFW Indonesia telah berhasil mengembangkan 3 kelompok pembudidaya rumput laut yang telah menjadi kelas madya, terbangunnya rumah usaha BUMDes dan terjalinnya kerjasama BUMDes dengan Bulog Saumlaki dalam hal jual beli dan distribusi sembako.
Keberadaan BUMDes diharapkan akan menjadi rantai pasar yang dimanfaatkan oleh kelompok pembudidaya rumput laut dalam menjual hasil panen serta akan terkoneksi dengan BUMD di tingkat kabupaten. Maluku Tenggara Barat. “BUMDes akan berperan aktif dalam mendukung ekonomi desa terutama dengan membeli hasil laut dan hasil bumi masyarakat,” ujar Abdi
Untuk mendukung produktivitas rumput laut di pesisir Saumlaki, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan sarana dan prasarana budidaya rumput laut kepada kelompok budidaya di desa Lermatang dan Latdalam.





Komentar tentang post