Kegiatan ini menghadirkan Keynote Speech Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga Buyung Lalana dan sejumlah narasumber.
Staf Khusus Menteri Perhubungan Buyung Lalana mengatakan program ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada masyarakat yang belum mengerti dan memahami program Tol Laut baik secara akademis maupun secara konseptual dengan pelaksanaan praktis serta struktur penerapannya.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura, Willem Thobias Fofid mengatakan dalam beberapa kesempatan ada pemahaman masyarakat yang berpendapat/opini bahwa disparitas harga hanya bisa turun dengan subsidi PSO (Public Services Obligation) oleh Pemerintah.
Namun dilihat dalam tata Kelola dan pengertian Tol Laut dalam scope kecil adalah PSO, Tol Laut dalam scope besar sistem logistik, supply chain, pengelolaan kegiatan pelabuhan, port network, keterkaitan moda laut dengan moda lain.
Willem mengatakan, program Tol Laut di Papua saat ini terus mengalami perkembangan seperti bertambahnya armada-armada nasional. Diikuti juga meningkatnya industri lainnya seperti Bussines Shipping, perkapalan, kepelabuhan, logistik, perikanan dan kelautan termasuk hasil komoditi daerah-daerah yang menjadi program unggulannya dalam pengelolaan sumber daya yang ada.





Komentar tentang post