4. Hasil Konsultasi: Selanjutnya sistem akan berpindah ke form Hasil Deteksi/Konsultasi. Form ini akan menampilkan hasil diagnosa, penyebab, deskripsi, karakteristik dan penganggulangan hama atau penyakit sesuai dengan jawaban yang dipilih oleh pengguna.
Output yang disajikan dirancang komprehensif. Setelah diagnosa hama atau penyakit berdasarkan gejala yang dipilih, aplikasi akan menyajikan informasi lengkap: penyebab, deskripsi, karakteristik, upaya-upaya penanggulangan, beserta rekomendasi yang harus dilakukan petani.
Ancaman kegagalan panen akibat serangan hama dan penyakit adalah momok abadi bagi petani jagung. Keterbatasan petugas penyuluh lapangan dan minimnya pengetahuan seringkali berujung pada diagnosis yang keliru, membuat pengelolaan tanaman tidak tepat dan berakibat fatal pada produksi.
Kesenjangan Informasi
Menurut Mohamad Lihawa dan tim peneliti, tujuan utama inovasi ini adalah menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktek di lapangan. Dengan mengimplementasikan perangkat SIP yang terdiri atas form menu utama, form deteksi, dan form hasil deteksi, identifikasi serangan hama dapat dilakukan secara cepat dan akurat, hanya dengan membandingkan citra yang terekam pada aplikasi.
Kehadiran SIP UNG ini diharapkan tidak hanya mengurangi kesalahan dalam pengelolaan tanaman, tetapi juga meningkatkan efisiensi waktu petani dan, yang paling penting, menyelamatkan hasil panen jagung dari ancaman kegagalan total.




