Akhyari mengatakan media memiliki keunggulan berupa jangkauan audiens, kemampuan mengangkat cerita, dan kepercayaan publik melalui proses kurasi serta kerja redaksional. Kekuatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu promosi UMKM, terutama dengan mengangkat kisah perjuangan, keberhasilan, dan pencapaian manusia atau human stories.
Akhyari menjelaskan bahwa jaringan situs GNFI mencatat sekitar 3,9 miliar tayangan pada 2025, dengan target sekitar 4,5 miliar hingga mendekati 5 miliar tayangan pada 2026. Menurutnya, potensi jangkauan audiens tersebut dapat menjadi peluang untuk membantu produk UMKM memperoleh eksposur lebih luas.
GNFI memiliki rencana kolaborasi dengan sekolah yang memiliki kurikulum konten kreatif dan digital. Dalam skema tersebut, siswa akan didampingi untuk membantu UMKM memproduksi konten secara berkala. Konten kemudian dikurasi, disunting, dan dipublikasikan melalui kanal media.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala UPT Pengembangan Mutu Produk Industri-Teknologi Kreatif Surabaya, Fitri Arishanty Hamsy, menjelaskan berbagai upaya untuk mendorong industri kecil dan menengah (IKM) naik kelas melalui penguatan legalitas, kualitas produk, dan pemasaran digital.
Fitri menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat 5,84 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen. Sementara itu, sektor industri pengolahan tumbuh 6,02 persen. Ia juga menyebut terdapat sekitar 870.688 unit usaha industri di Jawa Timur, yang mayoritas merupakan IKM.




