Darilaut – Laporan terbaru Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menyebutkan pemanasan global diperkirakan akan melampaui ambang batas 1,5°C, sementara pendanaan untuk adaptasi masih jauh dari kebutuhan yang ada. Pelaksanaan adaptasi terkendala oleh hambatan kelembagaan, sementara kerugian dan kerusakan terus bertambah.
Kerugian dan kerusakan (losses and damages) terus meningkat di negara-negara berkembang, namun respons dan pendanaan yang tersedia masih belum memadai.
Kurangnya upaya mitigasi dan adaptasi yang kuat menyebabkan kerugian serta kerusakan akibat iklim—yang tetap dapat terjadi meskipun langkah-langkah adaptasi telah dilakukan—menjadi sangat besar.
Laporan tersebut menemukan bahwa pendanaan untuk menangani kerugian dan kerusakan masih jauh dari kebutuhan yang teridentifikasi, sementara prosedur yang rumit serta kapasitas yang terbatas membuat dukungan tersebut sulit untuk diakses.
Sebagai contoh, putaran pertama pendanaan untuk merespons kerugian dan kerusakan (Loss and Damage) menerima permintaan senilai US$2,8 miliar, jauh melampaui alokasi dana awal yang sebesar US$342 juta.
Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan besar yang belum terpenuhi, meskipun besaran kesenjangan pendanaan global untuk kerugian dan kerusakan itu sendiri belum diketahui secara pasti.



