Minggu, September 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

redaksi
24 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

Kelomang. FOTO: OSEANOGRAFI.LIPI.GO.ID

“Saya ingin mengerjakan krustasea dan yang banyak orang krustasea itu di Paris,” kata Yoyo seperti dikutip dari Lipi.go.id.

Kendati demikian, Yoyo justru ditawari untuk meneliti kelomang. “Kalau saya lihat kala itu, waktu saya kuliah di Universite Pierre & Marie Curie, Paris VI, Paris, kelomang ternyata menarik sekali, unik, dan tidak banyak yang mengerjakan apalagi dari Indonesia. Publikasinya pun hampir tidak ada,” kata perempuan kelahiran Mojokerto 1957 ini seperti dikutip dari Oseanografi.lipi.go.id.

Profesor Riset Dwi Listyo Rahayu. FOTO: OSEANOGRAFI.LIPI.GO.ID

Banyak fungsi kelomang di alam. Begitupula dengan kepiting. Peluang untuk mengerjakan penelitian ini sangat besar.

Yoyo mengajak kita semua untuk menjaga lingkungan sesuai kemampuan masing-masing. Sehingga, keberlanjutan sumber daya laut sebagai sumber kehidupan di masa mendatang tetap terjaga.

“Biodiversitas harus kita jaga, karena dalam waktu bersamaan kita dapat mempelajari bagaimana memanfaatkannya sesuai kebutuhan manusia,” katanya.

Sebagai contoh spesies kepiting kelapa atau ketam kenari (Birgus latro) yang termasuk dalam kelomang yang dapat dijadikan peliharaan dalam akuarium.

Jika mampu membudidayakannya akan menjadi prospek ekonomi yang besar. Masalahnya, sekarang spesies ini masuk dalam daftar The International Union for Conservation of Nature Red List of Threatened Species atau IUCN Red List. Hal ini karena siklus hidupnya belum diketahui secara tuntas.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Dwi Listyo RahayuKelomangKepitingKrustaseaLIPI
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

TNI Angkatan Laut Menggelar Vaksinasi Bagi Nelayan di Tengah Laut

Next Post

Lumba-Lumba Merah Muda

Postingan Terkait

Hari ke-6 Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapal Angkatan Laut Anyer I-3-64 Temukan Jaket Pelampung

Hari ke-6 Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapal Angkatan Laut Anyer I-3-64 Temukan Jaket Pelampung

13 September 2026
KM Virgo Transpor 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 103 Orang Telah Dievakuasi

KM Virgo Transpor 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 103 Orang Telah Dievakuasi

13 September 2026

Suhu Ekstrem Menewaskan Puluhan Ribu Orang, Merusak Infrastruktur dan Perekonomian

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Next Post
Lumba-Lumba Merah Muda

Lumba-Lumba Merah Muda

Komentar tentang post

TERBARU

Hari ke-6 Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapal Angkatan Laut Anyer I-3-64 Temukan Jaket Pelampung

KM Virgo Transpor 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 103 Orang Telah Dievakuasi

Suhu Ekstrem Menewaskan Puluhan Ribu Orang, Merusak Infrastruktur dan Perekonomian

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

AmsiNews

REKOMENDASI

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

World Lake Day, Danau Kita Terancam Pemanfaatan Berlebihan dan Perubahan Iklim

Mengapa Ratusan Paus Seperti Bunuh Diri Massal?

Korban KM Santika Nusantara Terjamin Asuransi

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Biaya Kerusakan Akibat Polusi Plastik Akan Meningkat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.