Rabu, Oktober 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

redaksi
24 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

Kelomang. FOTO: OSEANOGRAFI.LIPI.GO.ID

Darilaut – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan penghargaan kepada Profesor Riset Dwi Listyo Rahayu yang selama ini menekuni keanekaragaman hayati laut dengan mempelajari taksonomi kelomang dan kepiting. Penghargaan LIPI Sarwono Award XIX ini bertepatan dengan 54 tahun LIPI.

Dwi Listyo Rahayu yang biasa disapa Yoyo, adalah satu-satunya taksonom kelomang di Indonesia. Bahkan Yoyo salah satu di antara tiga taksonom kelomang di dunia.

Yoyo mulai memberikan perhatian pada morfologi krustasea ini sejak tahun 1986. Selama menjadi peneliti Yoyo berhasil merilis 93 publikasi ilmiah dengan mendeskripsikan kelomang dan kepiting.

Yoyo telah mendiskripsikan kelomang (hermit crab) sebanyak empat genus dan 74 spesies, dan kepiting (crab) sebanyak enam genus dan 76 spesies.

Bahkan tahun 2020, menemukan empat spesies baru kepiting dari perairan wilayah timur Indonesia. Diperkirakan Indonesia memiliki kurang lebih 200-300 spesies kelomang.

Penelitian taksonomi tidak hanya mengidentifikasi biota, memberi nama, tetapi mengamati bentuk, warna, corak, dan bagian-bagian tubuh biota.

Selain mengklasifikasikan biota tersebut, Yoyo juga memperhatikan tempat, cara, peran dan kegunaan dalam kehidupannya. Krustasea termasuk kelompok biota laut dominan kedua, setelah moluska.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Dwi Listyo RahayuKelomangKepitingKrustaseaLIPI
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

TNI Angkatan Laut Menggelar Vaksinasi Bagi Nelayan di Tengah Laut

Next Post

Lumba-Lumba Merah Muda

Postingan Terkait

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

28 Oktober 2026
Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

28 Oktober 2026

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Pekan Literasi Media dan Informasi Global: Tepat Waktu, Terarah, Mudah Diakses dan Berbasis Sains

Kondisi Kering di Indonesia Dibarengi dengan Curah Hujan

Next Post
Lumba-Lumba Merah Muda

Lumba-Lumba Merah Muda

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

AmsiNews

REKOMENDASI

Sekjen PBB Sampaikan Belasungkawa, Siap Mendukung Upaya Bantuan untuk Korban Siklon Senyar

Kemenko Kemaritiman Ingin Mutiara Sebagai Ikon Nasional

Potensi Unsur Tanah Jarang dan Mineral Radioaktif di Korea Selatan dan Turki

Ribuan Tumbuhan Khas Indonesia Bersifat Endemik dan Langka

Topan Matmo Mendarat di Semenanjung Leizhou, 347 Ribu Warga Dievakuasi

Siklon Tropis, BNPB Minta Pemda Waspada

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.