Selain pendanaan, kata Bambang, satu hal yang penting untuk mendukung riset dan inovasi adalah adanya komitmen dalam bentuk pengadaan dari pemerintah, maupun dari dunia usaha atau masyarakat secara umum.
“Salah satu bentuk komitmen yang Kemenristek/BRIN lakukan adalah pengembangan e-katalog khusus inovasi,” katanya.
Bambang mengatakan dengan bekerja sama dengan LKPP, kita telah mengembangkan e-katalog yang memuat produk-produk inovasi yang memungkinkan lembaga pemerintah untuk melakukan pengadaaan penelitian.
Di tahun 2021, Kemenristek/BRIN akan melanjutkan tahun kedua dari Prioritas Riset Nasional. Untuk Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, beberapa produk seperti ventilator icu, test kit untuk mengukur kadar antibody akan ditargetkan di tahun 2021.
Selain itu, meningkatkan kemampuan alat screening dan juga mengembangkan alternatif tes PCR yaitu reagen dan penggunaan air liur untuk pemeriksaan PCR, dan penangan limbah medis COVID-19 dengan menggunakan teknologi pengolahan limbah yang terintegrasi.
“Target selanjutnya adalah dengan berpatisipasi dalam pemulihan ekonomi melalui desa berinovasi dan UMKM berinovasi serta praogram start-up inovasi, di samping kerja sama dengan institusi-institusi terkemuka di luar negeri terutama universitas,” katanya.





Komentar tentang post