Menristek mengatakan pendanaan untuk seluruh kegiatan tersebut akan didukung dari anggaran di Kemenristek/BRIN tahun 2021 sekitar 2,6 triliun dan juga dari kelolaan dana abadi pendidikan serta dana abadi penelitian yang totalnya sekitar 500-600 milyar.
“Selain itu, anggaran dari masing-masing LPNK nantinya akan dioptimalkan untuk mendukung program-program tersebut,” ujarnya.
Untuk capaian program prioritas 2020, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mengembangkan inovasi unggulan yaitu program Indonesia Memanggil untuk SDM Terampil Penanganan Sars Cov -2, pengembangan Ventilator HFNC, uji klinis Herbal Immunomodulator untuk Penanganan COVID-19, dan Autonomous UVC Mobile robot untuk sterilisasi udara.
Menurut Bambang, di awal masa pandemi, LIPI telah memberikan kontribusi yang luar biasa dengan tanggap memberikan pelatihan kepada tenaga laboratorium BSL 2 dalam rangka kepemeriksaan PCR.
“Kekurangan tenaga bisa segera dipenuhi dengan melibatkan tenaga lab di seluruh Indonesia untuk memperlancar jalannya tes PCR yang dibutuhkan,” katanya.
Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan LIPI juga melakukan riset terkait pengolahan limbah khususnya limbah plastik dan limbah medis COVID-19.
“Dengan teknologi re-kristalisasi, plastik dapat didaur ulang sehingga bisa menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Handoko.





Komentar tentang post