Selasa, Mei 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ekoteologi dan Kearifan Lokal Dinilai Jadi Kunci Menghadapi Krisis Lingkungan di Indonesia

Novita J. Kiraman
21 November 2025
Kategori : Berita
0
Ekoteologi dan Kearifan Lokal Dinilai Jadi Kunci Menghadapi Krisis Lingkungan di Indonesia

FOTO: HUMAS BRIN

Saat ini terdapat 73 Lubuk Larangan di kabupaten tersebut, di mana 11 di antaranya sudah diformalkan dalam Peraturan Nagari (Pernag). Masyarakat biasanya melakukan panen ikan seminggu sebelum bulan Ramadan, dan proses panen didahului dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur sekaligus penguatan kesadaran ekologis.

Namun, keberlanjutan kearifan lokal menghadapi tantangan besar. Mortaza A. Syafinuddin Hammada, Dosen Universitas Nasional, mengungkapkan bahwa modernisasi dan perubahan pola hidup generasi muda mengancam eksistensi praktik-praktik adat tersebut. Menurutnya, tanpa dukungan kebijakan yang kuat dan penguatan kelembagaan adat, kearifan lokal berpotensi tergerus.

“Kolaborasi antara spiritualitas, adat, dan kebijakan berkelanjutan menjadi kunci melindungi alam dari ancaman modernisasi,” kata Mortaza.

Para narasumber sepakat bahwa ekoteologi dan kearifan lokal bukan hanya bagian dari identitas budaya, tetapi merupakan solusi nyata dalam menghadapi krisis lingkungan. Pendekatan berbasis nilai, spiritualitas, dan adat diyakini dapat membantu membangun kesadaran kolektif, memperkuat konservasi, sekaligus mendukung ekonomi berkelanjutan.

Halaman 3 dari 3
Sebelumnya123
Tags: BRINEkoteologi dan Kearifan LokalKrisis Lingkungan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

PPID UNG Sampaikan Strategi dan Kebijakan Keterbukaan Informasi pada Forum Uji Publik

Next Post

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

Postingan Terkait

Bibit 93W di Laut Filipina Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

5 Mei 2026
UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

5 Mei 2026

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Next Post
Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

TERBARU

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

Satwa yang Dilindungi Lahir di Masa Pandemi Covid-19

9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

Dalam Sepekan Kalimantan Barat Dilanda Banjir

Bibit Siklon Tropis 97S Menjauh Dari Indonesia

AMSI Gorontalo Tanam Pohon Untuk Ruang Terbuka Hijau

Naiknya Air Laut di Pesisir Manado Karena Cuaca Ekstrem

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.