Rabu, Juni 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

redaksi
10 Maret 2023
Kategori : Berita, Kesehatan
0
9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

Ilustrasi garam. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Hingga saat ini baru sembilan negara di seluruh dunia yang memiliki paket kebijakan komprehensif yang direkomendasikan untuk mengurangi asupan natrium.

Sembilan negara tersebut, masing-masing: Brasil, Chili, Republik Ceko, Lituania, Malaysia, Meksiko, Arab Saudi, Spanyol, dan Uruguay.

Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa hanya 5 persen dari populasi dunia yang dilindungi oleh kebijakan pengurangan natrium wajib.

Sementara 73 persen dari 194 Negara anggota WHO tidak memiliki kemampuan untuk sepenuhnya menerapkan kebijakan tersebut.

Menyelamatkan nyawa melalui penerapan kebijakan pengurangan natrium yang hemat biaya adalah komponen tindakan penting untuk mencapai target Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, untuk mengurangi kematian akibat penyakit tidak menular, kata WHO.

Pendekatan komprehensif untuk pengurangan natrium termasuk mengadopsi kebijakan wajib dan empat intervensi “pembelian terbaik” WHO terkait dengan natrium, yang berkontribusi besar untuk mencegah penyakit tidak menular.

Ini termasuk merumuskan kembali makanan yang mengandung lebih sedikit garam. Kemudian menetapkan kebijakan pengadaan makanan publik untuk membatasi makanan kaya garam atau natrium di lembaga seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat kerja.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: GaramNatrium KloridaTable SaltWHO
Bagikan6Tweet1KirimKirim
Previous Post

Asupan Natrium Berlebihan Penyebab Utama Kematian

Next Post

Organisasi Meteorologi Siapkan Komite Ahli Untuk Penyelidikan Rekor Baru Topan Freddy

Postingan Terkait

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

24 Juni 2026
Topan Mekkhala Mengarah ke Okinawa dan Amami Jepang

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

24 Juni 2026

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

Rektor UNG Ajak Lulusan Menjadi Agen Perubahan di Berbagai Sektor Kehidupan

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 5.180 Unit

Next Post
Organisasi Meteorologi Siapkan Komite Ahli Untuk Penyelidikan Rekor Baru Topan Freddy

Organisasi Meteorologi Siapkan Komite Ahli Untuk Penyelidikan Rekor Baru Topan Freddy

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Sosiolog UNG: Ini Tantangan Penjabat Gubernur Gorontalo

Rektor IPB: Penyu di Sulawesi Punya Pola Migrasi di Wilayah Pasifik

Besok Pemungutan Suara Ulang di TPS 02 Desa Tuladenggi

Mahasiswa Administrasi Publik UNG Hadirkan Inovasi Digital bagi Desa Lahumbo

FTIK UHT Gali Potensi Ahli Muda Kelautan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.