Tema ke 5 tentang asosiasi perilaku dan habitat Coelacanth Indonesia oleh Ixchel Feibi Mandagi (FPIK – UNSRAT) dan Dr. Alex Masengi. Dilanjutnya, tema ke-6, Coelacanth di Sulawesi Utara oleh NHK-Jepang.
Dalam workshop ini terdapat sesi diskusi kebijakan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Diskusi ini membahas bagaimana data yang dikumpulkan dari ekspedisi ini diterjemahkan menjadi hasil kebijakan untuk Indonesia.
Kebijakan ekonomi biru untuk sektor kelautan dan perikanan oleh Anastasia; integrasi strategis data survei Ocean X ke dalam tata kelola KKP dan keanekaragaman hayati laut oleh Firdaus Agung; Optimalisasi pemanfaatan data untuk perencanaan tata ruang laut di Indonesia oleh Abdi Tunggal Priyanto.
Selanjutnya, memperkuat penilaian stok melalui survei independen untuk mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota Indonesia: sains berbasis bukti untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan oleh Syahril Abd. Raup.
Urgensi penetapan kawasan suaka untuk melindungi Coelacanth di Indonesia oleh Augy Syahalatua (BRIN), serta memanfaatkan ekonomi biru melalui optimalisasi eksplorasi sumber daya kelautan dan dukungan ilmiah oleh Rahmat Mulianda (BAPPENAS).
Di hari kedua workshop untuk rencana kegiatan tahun 2025, Menatap Masa Depan – Mengembangkan Ekspedisi Ilmiah untuk Misi Indonesia 2025 (Looking to the Future – Developing the Scientific Expedition for Indonesia Mission 2025).




