Jumat, September 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Filipina, Indonesia dan Australia Bersiap Menghadapi El Niño

redaksi
23 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Februari Berakhir Dengan Panas Ekstrem

Kondisi panas di bulan Februari 2024 melanda berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. FOTO: DARILAUT

Para petani di daerah rawan kekeringan, kata Marcos, diimbau untuk sementara waktu beralih ke tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air.

“Sebagai respons terhadap ancaman El Niño, kami telah menyarankan beberapa petani untuk menanam tanaman komersial bernilai tinggi seperti semangka, jahe, ubi ungu, kacang tanah, dan terong,” katanya.

Pemerintah juga mempromosikan teknologi pertanian adaptif iklim, termasuk pompa bertenaga surya dan sistem penggunaan kembali atau daur ulang air di daerah yang sering dilanda kekeringan.

Bertahan Hingga 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli–September 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan, musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 ini diprediksi lebih kering dan lebih panjang dibanding rata-rata normalnya. Kondisi ini memerlukan penyesuaian ekstra mengingat adanya peluang El Nino.

“BMKG memprediksi fenomena El Nino akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode Musim Kemarau hingga pertengahan bulan Oktober,” ujar Ardhasena.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: BMKGBureau of Meteorology AustraliaEl NinoEl Niño 2026Musim KemarauPAGASASamudra Pasifik
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Next Post

Puncak Musim Kemarau Juli, Agustus dan September

Postingan Terkait

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

24 September 2026
Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

24 September 2026

UNG Kandidat PTN BH

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

Bertindak Menghadapi Risiko Kesehatan Akibat El Niño: Panas Ekstrem, Banjir dan Kekeringan Parah

Next Post
Bencana Kekeringan Berdampak pada 7.500 Jiwa di Kabupaten Puncak, 6 Warga Tewas

Puncak Musim Kemarau Juli, Agustus dan September

TERBARU

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

UNG Kandidat PTN BH

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

AmsiNews

REKOMENDASI

Rekaman Dramatis Gerhana Matahari di Mars, Bulan Mirip Kentang

KKP Bangun Pabrik Es Portable di Kota Gorontalo

Mengatasi Kerugian Pascapanen Ikan Segar

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Aparat Kepolisian Mendatangi dan Mempertanyakan Diskusi Buku “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami”

Tuna Sirip Biru 212 Kilogram Terjual Rp 4 Miliar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.