Menurut Danpushidrosal berdasarkan observasi visual kondisi bangunan kapal secara keseluruhan, hampir keseluruhan bangunan kapal telah padat ditumbuhi terumbu karang yang dihuni berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.
Sebelum dilakukan survei, Pushidrosal menerima laporan atau pengaduan dari United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) tentang adanya 2 kapal yang bergesekan dengan dasar laut (touching bottom/grounding) di Selat Bangka. Kapal itu masing-masing MV Hyundai Anterp berbendera Marshall Island bulan November 2020 dan MV Posidana berbendera Norwegia pada bulan Februari 2021.
Berdasarkan laporan tersebut, atas pertimbangan untuk kepentingan keselamatan navigasi dan pelayaran, Pushidros TNI AL sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, telah menerbitkan Berita Pelaut Indonesia No.18 pada tanggal 30 April dan mengambil langkah segera dengan mengirimkan Tim Survei Tanggap Segera.
KRI Pollux-935 yang merupakan kapal survei terbaru yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono, masuk ke jajaran Pushidros TNI AL untuk melaksanakan survei investigasi di Selat Bangka pada lokasi tersebut.
Wilayah perairan nasional merupakan alur pelayaran strategis dan sebagian merupakan alur pelayaran yang padat lalu lintas pelayarannya. Selat Bangka juga merupakan salah satu Selat prioritas pemerintah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI).





Komentar tentang post