Darilaut – Gangguan pernafasan, dehidrasi dan kelemahan sebagai penyebab kematian paus pilot di perairan Madura beberapa waktu lalu.
Sebanyak 52 ekor paus pemandu sirip pendek (Globicephala macrorhynchus) terdampar di Pantai Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis (18/2).
Salah satu Tim Forensik Patologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Bilqisthi Ari Putra, mengatakan koloni paus pemandu sirip pendek yang terdampar sedang berburu makanan.
Menurut Bilqisthi, koloni paus pilot sirip pendek dipimpin oleh betina produktif dengan kondisi lapar, lemah dan mengalami gangguan pernafasan atau dalam istilah medis disebut emfisema.
“Pejantan kelaparan dan mengalami gangguan pernafasan (pneumonia granulomatosa) dan gangguan jantung (infark miokardial),” kata Bilqisthi seperti dikutip dari Unair.ac.id, Jumat (16/4).
Menurut dokter Bilqis penyebab paus pilot terdampar adalah disorientasi akibat kelainan otot reflektor melon pada betina utama. Hal ini diperburuk dengan kelaparan, serta kondisi pernafasan dan pencernaan yang kurang baik.
Disorientasi timbul ketika terjadi dinamika oseanografi seperti MJO (Madden-Julian Oscillation).
“Penyebab kematian pada betina utama maupun pejantan adalah terjadinya gagal nafas, sedangkan pada anggota koloni yang lain, kematian disebabkan karena dehidrasi dan kelemahan,” kata Bilqisthi





Komentar tentang post