Ketiga, Sakit Kepala dan Pusing
Meskipun gejala-gejala ini bukan yang umum dari virus, tetapi para ahli mengatakan itu mungkin merupakan “konsekuensi dari virus”. Di China, sebuah penelitian dilakukan terhadap 214 pasien dan ditemukan bahwa lebih dari sepertiganya mengalami sakit kepala dan pusing. Komplikasi neurologis sejatinya adalah konsekuensi dari virus.
Keempat, Mata Merah Muda atau Konjungtivitis
Royal College of Ophthalmologists dan College of Optometrists mengatakan bahwa pada infeksi saluran pernapasan atas dapat mengakibatkan konjungtivitis virus. Konjungtivitis ini bisa menjadi akibat dari komplikasi sekunder coronavirus. Tidak menjadi salah satu gejala utama, tetapi konjungtivitis disinyalir adalah gejala tambahan.
Kelima, Nekrosis atau livedo
Livedo adalah kematian jaringan tubuh karena kurangnya pasokan darah yang dapat menyebabkan perubahan warna pada kulit. Sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa enam persen dari 375 kasus virus corona mengalami gejala ini.
Kulit dapat muncul dalam pola seperti renda atau terlihat berbintik-bintik dan memiliki area yang berbeda warna. Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada pasien lansia dan mengalami kasus yang parah.
Keenam, Masalah Gastrointestinal
Para peneliti di California, yang menerbitkan studi mereka terhadap 116 pasien COVID-19 dalam Journal Gastroenterology pada bulan April. Dalam jurnal tersebut, disebutkan kalau 32 persen orang yang terinfeksi corona mengalami gejala gastrointestinal ringan meliputi hilangnya nafsu makan, mual, dan diare.





Komentar tentang post