Darilaut – Hingga kini belum ada obat penyakit virus Nipah. Dengan tidak adanya obat atau vaksin berlisensi untuk infeksi penyakit virus Nipah (Henipavirus nipahense) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk mengurangi atau mencegah infeksi pada masyarakat.
Namun hal ini bergantung pada peningkatan kesadaran akan faktor risiko. Termasuk memberikan panduan dan memperkuat pesan komunikasi risiko tentang langkah-langkah yang dapat diambil masyarakat untuk mengurangi paparan virus Nipah (NiV).
Ini penting dalam konteks pertemuan massal, di mana peserta berasal dari berbagai negara dan mungkin tidak familiar dengan penyakit dan cara penularannya, serta tindakan yang dapat diambil untuk melindungi diri sendiri.
Menurut WHO, manajemen kasus harus fokus pada pemberian perawatan suportif tepat waktu, didukung oleh sistem laboratorium yang efektif dan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi yang memadai di fasilitas kesehatan.
Perawatan suportif intensif direkomendasikan untuk pengobatan komplikasi pernapasan dan neurologis yang parah.
Pesan WHO untuk pendidikan kesehatan masyarakat harus fokus mengurangi risiko penularan dari kelelawar ke manusia.
• Upaya pencegahan penularan pertama-tama harus difokuskan pada pengurangan akses kelelawar ke getah pohon kurma dan produk makanan segar lainnya.




