Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gelombang Panas Perburuk Populasi Penyu Jantan

redaksi
13 Agustus 2022
Kategori : Berita
0
Balai Konservasi Melepas 1000 ekor Tukik Penyu Hijau

Ilustrasi tukik penyu hijau. FOTO: KLHK

“Tebakan terbaik kami adalah bahwa penentuan jenis kelamin yang bergantung pada suhu karena reptil tidak memiliki pengasuhan induknya dan telurnya berinteraksi erat dengan lingkungan,” ahli biologi di National Autonomous University of Mexico di Mexico City, Diego Cortez, kepada Live Science.

“Kita juga tahu bahwa suhu inkubasi yang tinggi mempercepat perkembangan embrio. Jadi, jenis kelamin yang terkait dengan suhu inkubasi yang lebih tinggi akan menetas lebih awal.”

Penentuan jenis kelamin yang bergantung pada suhu juga memungkinkan induknya untuk mengontrol jenis kelamin keturunannya, seperti bertelur di tempat yang lebih dingin atau lebih hangat.

Sebuah studi tahun 2020 tentang penyu tempayan yang diterbitkan dalam jurnal Perubahan Iklim menyoroti masalah lain yang dapat muncul dengan meningkatnya suhu inkubasi.

Di Cabo Verde (Tanjung Verde), sebuah negara kepulauan di Samudra Atlantik, para peneliti menemukan bahwa 33% lebih banyak embrio mati ketika suhu inkubasi mencapai 90,1 F (32,3 C) daripada ketika suhu inkubasi berkisar sekitar 85,5 F (29,7 C).

Para peneliti juga menemukan bahwa tukik yang diinkubasi pada suhu tinggi berukuran lebih kecil dan lebih mungkin dibunuh oleh kepiting dalam perjalanan mereka ke laut.

Dengan kata lain, suhu panas bisa mematikan bagi penyu yang sedang berkembang dan mengurangi peluang bertahan hidup mereka saat menetas.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Gelombang PanasGreat Barrier ReefNOAAPenyuPerubahan IklimTukik
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

99 Persen Tukik Penyu di Florida Berjenis Kelamin Betina

Next Post

Antibodi Penduduk Indonesia Meningkat 4 Kali Lipat

Postingan Terkait

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

21 April 2026

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Next Post
Perlu Bukti Ilmiah Proteksi Vaksin Menurun

Antibodi Penduduk Indonesia Meningkat 4 Kali Lipat

Komentar tentang post

TERBARU

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

AmsiNews

REKOMENDASI

Awak Kapal Jalani Tes Urine di Tarakan

LIPI dan Enam Perguruan Tinggi Kerjasama COREMAP-CTI 2019

Kementerian Kesehatan Memantau Risiko Penularan Flu Burung Pada Manusia

Kapal KM Bali Permai 169 Hilang Kontak di Samudera Hindia

428 Sensor Seismograf Telah Terpasang di Indonesia

Pelaut Indonesia di Kapal Pesiar AIDA Cruise Tiba di Jerman

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.